Ular Python Menelan Pelajar SMP


MEDAN,-Siapa yang tak merasa takut dan trauma, ketika mendengar seekor ular besar tiba-tiba saja memangsa M. Zakaria, 13, pelajar SMP PGRI Tembung yang sedang mandi dengan lima rekannya di Sungai Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Peristiwa ular besar atau yang biasa disebut istilah Anaconda itu, benar-benar mengejutkan warga Tembung dan warga Sumut pada umumnya, karena kejadian yang luar biasa ini.

Kejadian ini merupakan kejadian langka dan sangat jarang terjadi. Darmin Nasution, 60, seorang warga yang hampir 50 tahun tinggal di Tembung, mengaku baru kali ini mengetahui seekor ular phyton sepanjang tujuh meter memangsa M Zakaria pelajar SMP PGRI di daerah itu.

“Kejadian yang aneh bin ajaib ini adalah merupakan peristiwa yang cukup langka dan jarang terjadi sepanjang hidup saya yang tinggal tidak berapa jauh dari Sungai Tembung tersebut,” kata Darmin.

Darmin mengatakan, Sungai Tembung itu, sempat menggegerkan warga di daerah tersebut dan masyarakat Kota Medan, karena seekor ular phyton sepanjang tujuh meter lebih memangsa pelajar SMP yang sedang lagi mandi-mandi dengan lima temannya yang baru pulang sekolah.

Ular phyton itu, dengan ganas melilit korban yang sedang berusaha melarikan diri dari dalam sungai tersebut.

Ular yang kelaparan itu lalu membanting-banting korban di dalam sungai hingga lemas. Sementara itu, lima rekan korban yang berhasil keluar dari sungai berusaha minta bantuan pada warga setempat.

Selanjutnya, masyarakat dengan menggunakan bambu runcing menombak bagian kepala dan badan ular itu agar mau melepaskan korban.

Usaha yang dilakukan warga tidak sia-sia, ular tersebut akhirnya melepaskan korban yang sudah dalam keadaan remuk dan tak bernyawa lagi.

Kemudian ular tersebut, menghilang dan menyelam masuk ke terowongan tempat persembunyiannya di Sungai Tembung dan sampai saat ini tidak pernah keluar.

Warga juga tidak tinggal diam, mereka minta bantuan beberapa pawang ular agar bisa menangkap ular yang berada di Sungai Tembung.

Setiap harinya Sungai Tembung dijadikan warga sebagai tempat mandi dan mencuci. “Namun, tak pernah ada warga yang melihat ular atau diganggu binatang lainnya,” katanya.

Apalagi, lokasi Sungai Tembung itu hanya berjarak lebih kurang 200 meter dari rumahnya. “Kadang-kadang saya juga sering mandi di Sungai Tembung ini, tetapi belum pernah melihat seekor ular pun,” katanya.

766hi***

<!–/ halaman berikutnya–>

Iklan

2 Tanggapan

  1. masya’ Allah mengenaskan sekali nasib anak itu, pasti hati keluarganya ikut remuk menghadapi kenyataan spt itu

  2. Horas apara, Salam Kenal..
    Link Apara sudah dipasang di http://demson.wordpress.com/

    Ditunggu kunjungannya apara.
    Horas….

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: