Perokok, Awas Ancaman Leukoplakia!


Bahaya nya Rokok Bagi kesehatan... 😦

Anda perokok berat dan sekaligus penyuka minuman keras? Berhati-hatilah! Kebiasaan ini membuat Anda menghadapi risiko besar terserang penyakit leukoplakia.

Dokter spesialis bedah mulut dan maksilofasial Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur, Juliani Kusumaputra Isbandiono, menyatakan, asap rokok dapat menyebabkan iritasi pada rongga-rongga mulut.

“Iritasi itu kemudian mempermudah senyawa kimia berbahaya yang terkandung di dalam tembakau untuk masuk ke dalam jaringan di mulut dan terjadilah leukoplakia,” ujar dia.

Bahkan, hasil penelitian Silverman S Jr, seorang dokter di Kanada, sudah mengukuhkan teori tersebut. Menurutnya, sebanyak 95 persen penderita leukoplakia adalah perokok.

Bahaya ini juga menghampiri penenggak minuman beralkohol. Senyawa kimia berbahaya yang terkandung di dalam alkohol mudah masuk ke dalam jaringan di mulut.

Oleh karena itu, umumnya, dokter menyarankan pasien leukoplakia untuk berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol. Jika menaati larangan ini, penderita gangguan leukoplakia akan lebih cepat pulih.

Deteksi lewat pemeriksaan rutin
Meskipun potensi leukoplakia menjadi sel ganas hanya 3-6 persen, Anda harus tetap waspada. Apalagi, jika sudah terdapat plak putih di sekitar dinding rongga mulut atau gusi Anda. Ada baiknya, Anda melakukan pemeriksaan sekitar mulut atau biasa disebut biopsi secara rutin.

Biopsi adalah pemeriksaan dengan mengambil contoh sel plak pada mulut dan gusi untuk diteliti. Ini untuk mendeteksi apakah plak pada dinding rongga mulut ini termasuk jenis leukoplakia yang berbahaya atau tidak.

“Bila tidak ditemukan tanda-tanda keganasan leukoplakia, sebaiknya Anda tetap melakukan ohservasi rutin setiap tiga sampai enam bulan sekali,” kata Tri Erri Astoeti, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, yang juga seorang dokter gigi.

Selain itu, observasi rutin juga perlu dilakukan untuk mendeteksi leukoplakia secara dini. Sebab, leukoplakia juga bisa timbul karena penyebab lain, di antaranya akibat pemasangan gigi palsu dan penambalan gigi berlubang yang tidak sempurna. “Jadi, jangan ragu melangkah ke dokter untuk pemeriksaan,” kata Tri.

Msn 766hi***

DAri berbagai sumber

Iklan
%d blogger menyukai ini: