“Gempa ujungkulon…6,4 SR…”?


ilustrasi gambar: 766hi

ilustrasi gambar: 766hi

Gempa yang terjadi, Jumat (16/10), pukul 16.53 WIB yang berpusat di 42 kilometer Barat Daya Ujung Kulon terasa hingga Bandung. Pantauan Tempo, gempa membuat panik pasien dan pengunjung serta pegawai di Rumah Sakit Borromeus Bandung.”Sangat terasa terutama di lantai tiga ke atas, pasien sempat panik dan beberapa pasien keluar ruangan,” ujar Indrastuti Widorino salah seorang perawat di lantai tiga Rumah Sakit Boromeus Bandung.

Idrastuti menyatakan, pasien dan keluarga sempat panik sebentar dan bahkan beberapa orang tua langsung membawa anaknya yang tengah dirawat untuk keluar ruangan namun tidak sempat ke luar lantai tiga.”Guncangannya terasa sekitar setengah menit,” ujarnya.”Pasien dan perawat belum sempat keluar karena guncangan hanya sembentar, yang keluar kebanyakan yang ada dilantai bawah,”

Perawat anak ini menegaskan, tidak ada korban ataupun kerusakan dirumah sakit, pasien maupun keluarga pasien dan para karyawan.”Kondisinya sudah normal sekarang ini,” aku.

Pegawai toko berhamburan keluar dari toko yang berjajar di Jalan Dalem Kaum. “Pegawai toko pada keluar toko,” kata Nita Rininta Anggraini yang tengah berjalan-jalan di kawasan itu.

Gempa itu terasa di gedung-gedung tinggi yang berjajar di salah satu kawasan keramaian di Kota Bandung. Gempa itu membuat pegawai toko dan pengunjung berhamburan keluar. Tidak terlihat ada kerusakan di kawasan itu akibat gempa.

Stasiun Geofisika Kelas I, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika, Bandung, Jawa Barat, kebanjiran telpon warga yang menanyakan soal gempa itu. “Masyarakat sekarang sensitif dengan gempa,” kata Kepala Stasiun itu Jumadi, saat dihubungi Tempo.

Dia menghimbau warga Bandung agar tidak panik. Perkiraannya, gempa yang terasa warga Bandung diperkirakan kekuatannya di kisaran III MMI (Modified Merchantile Intensity). Dengan kekuatan goncangan itu, jelasnya, kecil kemungkinan menimbulkan kerusakan di Bandung.

Kendati gempa terhitung berpusat di laut dengan kedalaman relatif dangkal, yakni 10 kilometer, tidak ada peringatan bahaya tsunami. Kendati gempa relatif kuat goncangannya, Jumadi memperkirakan, kecil kemungkinan terjadi kerusakan di lokasi yang berdekatan dengan pusat gempa. “Goncangannya di sana diperkirakan kekuatannya antara IV-V MMI,” katanya.

%d blogger menyukai ini: