“kota Padang lumpuh”


1PADANG (Ant/Dtc): Gempa 7,6 SR membuat Kota Padang dan sekitarnya lumpuh total. Suasana kota menjadi sangat mencekam karena listrik padam dan jaringan telekomunikasi terganggu.

Ratusan rumah dan bangunan bertingkat di Padang runtuh akibat kuatnya goncangan gempa. Kebakaran juga terjadi di mana-mana…..

Gedung yang runtuh antara lain Gedung BII di Jalan Sudirman, Sentral Pasaraya Padang, Ramayana di Jalan Pemuda, Anugerah Furniture, dan bangunan Fakultas Teknik Universitas Andalas di Limau Manis.

Gedung Rektorat IAIN Imam Bonjol Padang yang terletak di Lubuk Lintah, Kuranji, juga runtuh. Bangunan masjid yang ada di kawasan itu sebagian dindingnya runtuh.

Gempa dahsyat dirasakan selama beberapa menit. Beberapa saat setelah itu, teriakan histeris terdengar di mana-mana. Warga berhamburan ke luar rumah. Suasana jalan-jalan di Kota Padang hiruk-pikuk oleh warga yang hendak mencari perlindungan.

Warga yang rumahnya hancur mendirikan tenda di lapangan dan tempat-tempat yang datar. Namun, tenda-tenda itu lebih banyak ditempati anak-anak dan wanita, sedangkan kaum pria umumnya berjaga-jaga di luar.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang, Dedi Henidal, saat dihubungi tadi malam mengatakan kondisi Kota Padang benar-benar mencekam. “Warga masih berada di jalan-jalan. Suasana kota gelap gulita karena listrik padam,” ujarnya.

Hingga pukul 21.50 WIB, suasana kota Padang juga masih porak-poranda. Gedung-gedung tampak roboh di banyak tempat. Diperkirakan banyak warga terjebak di gedung-gedung yang runtuh itu. Jalan-jalan retak dan sejumlah jembatan juga roboh.

Gempa Susulan

Gempa-gempa susulan dengan intensitas lebih kecil masih terus dirasakan warga Sumbar hingga malam. “Sampai jam sepuluh (pukul 22.00 WIB) gempa-gempa susulan masih terus dirasakan,” kata Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendra Suwarta, di Medan, tadi malam.

Menurut dia, gempa-gempa susulan itu terjadi karena kedua lempengan bumi yang bertabrakan, yakni lempeng Euroasia dan Indoaustralia terus mencari posisi yang tepat. Setelah gempa berkekuatan 7,6 SR, tercatat gempa susulan berkekuatan 6,2 SR pada pukul 17.38 WIB.

Gempa yang menguncang Sumbar untuk kedua kalinya itu terjadi di 0,72 lintang selatan dan 99,94 bujur timur dengan pusat gempa 110 kilometer di dasar laut pada 22 kilometer barat daya Pariaman.

Untuk gempa-gempa susulan, BBMKG Wilayah I Medan kesulitan memantaunya karena jauhnya jarak dan terputusnya komunikasi setelah terjadinya guncangan gempa tersebut. n X-2.

msn silalahi***

Satu Tanggapan

  1. kmbali semangat kota yg ku cinta

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: