Krim untuk Disfungsi Ereksi


1PENELITI dari Albert Einstein College of Medicine di Yeshiva University, New York City, telah mengembangkan krim oles baru yang efektif mengatasi disfungsi ereksi (DE) tanpa disertai efek samping seperti pil. Krim ini, menurut peneliti, bisa menjadi alternatif bagi laki-laki yang tidak tahan efek samping pil. …..

“Respon terhadap nanopartikel yang terdapat di dalam krim tersebut sangat singkat, hanya beberapa menit, dan hal ini yang paling diperlukan pasien,” tutur co-author studi Dr. Joel M. Friedman, seperti dikutip situs healthday. Sedang obat-obatan ED yang dikonsumsi oral, menurut Friedman, memerlukan waktu 30 menit hingga satu jam baru bereaksi, baik pada hewan maupun manusia.

Pil oral, yang dikenal dengan phosphodiesterase 5 (PDE5) inhibitors, terang peneliti, merupakan jenis obat DE yang paling banyak digunakan. Pil ini sangat efektif tapi bisa menimbulkan efek samping berupa sakit kepala, gangguan lambung, hidung mampat, muka memanas serta gangguan pendengaran dan penglihatan. Laki-laki yang baru mengalami serangan jantung atau menderita penyakit jantung kronis, terang peneliti, harus menggunkanan obat ini di bawah pengawasan dokter.

Sementara krim baru ini terdiri dari nanopartikel yang berfungsi membawa obat-obatan dan substansi lainnya (seperti nitric oxide) dan mengirim material tersebut secara teratur dan berkelanjutan. Nitric oxide merupakan molekul pemancar sinyal yang berfungsi melebarkan pembuluh darah (penyempitan pembuluh darah merupakan pemicu DE).

Detail studi

Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Sexual Medicine ini, para peneliti melakukan percobaan pada 18 tikus peranakan yang menderita DE akibat penuaan. Kelompok pertama diberikan nanopartikel dengan nitric oxide, kelompok kedua menerima nanopartikel dengan nitric oxide ditambah obat DE lain yang dikenal dengan silorphin (obat ini mempunyai mekanisme kerja yang berbeda dengan PDE5 inhibitors), sedang kelompok ketiga diberikan nanopartikel dengan nitric oxide dipadukan dengan silorphin atau tadafil (Cialis).

Studi menemukan, 5 dari 7 tikus yang menerima nanopartikel dengan nitric oxide dan 11 tikus yang menerima nanopartikel dengan nitric oxide dipadukan dengan silorphin atau tadafil menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam hal DE. (OL-08).

manson silalahi**

%d blogger menyukai ini: