“Bahayanya Mengonsumsi Obat Penghilang Rasa Sakit”


<!–

Senin, 08 Januari 2009. 11:45 WIB

–>

Enam Kesalahan Mengonsumsi Obat Penghilang Rasa Sakitimages.com

OBAT penghilang rasa sakit seringkali dijadikan sarana termudah untuk meredakan sakit kepala akibat stres dan gangguan lainnya. Siapa pun bisa menggunakannya dengan bebas karena tersedia di apotik, toko obat bahkan di warung-warung. Kemudahan akses ini justru menimbulkan masalah baru, seperti kelebihan dosis. Berikut kesalahan paling umum mengenai penggunaan pil ini menurut ahli farmasi Kristen A. Binaso, RPh, juru bicara American Pharmacists Association. Dengan mengetahui kesalahan ini, tentunya Anda akan lebih mudah untuk menghindarinya….

1. Jika satu berasa bagus, 2 pasti lebih baik

Dokter biasanya meresepkan obat dengan dosis yang menurut mereka akan membawa manfaat terbesar bagi Anda. Jadi, menggandakan atau melipattigakan dosis tersebut tidak akan meredakan penyakit Anda. Justru bisa memicu efek berbahaya lainnya.

“Saat mengonsumsi dosis pertama, mungkin obat tersebut tidak langsung bekerja dalam waktu 5 menit seperti yang Anda inginkan,” terang Binaso. Jika Anda menambah satu dosis lagi, maka dosis pertama  tidak bisa bekerja dengan baik.”Jika Anda menambah satu dosis lagi, maka dikhawatirkan jiwa Anda akan berakhir di ruang gawat darurat.”

2. Overdosis karena kandungan yang sama dari obat yang berbeda

Banyak orang yang menggunakan obat pereda rasa sakit, baik yang diresepkan atau yang dibeli di apotik, tanpa membaca label. Artinya, mereka tidak tahu obat mana yang mereka gunakan.”Hal ini bukan ide bagus,” terang Binaso.

Menurut Binaso, banyak obat yang dijual di pasaran (over-the-counter drug/OTC) merupakan pil kombinasi yang mengandung bahan-bahan penghilang rasa sakit dengan dosis penuh. Karena itu, Anda berisiko mengalami overdosis jika menggunakan obat OTC lainnya, baik untuk meredakan rasa sakit atau untuk tujuan lainnya.

3. Minum alkohol saat menggunakan obat

Obat-obat penghilang rasa sakit dan alkohol pada umumnya saling menguatkan efek masing-masing. Karena itu, banyak obat yang diresepkan dilengkapi dengan stiker “no alcohol” atau yang artinya tidak bisa diminum bersamaan atau sebelum dan sesudahkan mengonsumsi alkohol. Stiker ini, menurut Binaso, berlaku bagi semua jenis minuman berkandungan alkohol termasuk bir.

4. Interaksi obat

Sebelum menggunakan pil penghilang rasa sakit, perhatikan dulu obat-obatan lain seperti obat herbal, dan suplemen yang Anda gunakan. Beberapa jenis obat dan suplemen bisa berinteraksi dengan obat penghilang rasa sakit dan meningkatkan risiko efek samping. Karena itu, sebelum menggunakan obat, pastikan Anda sudah memberitahu seluruh obat yang Anda gunakan kepada dokter. Dengan begitu, dokter bisa membantu melihat obat  mana yang saling berinteraksi.

5. Menggunakan obat saat hendak mengemudi

Obat-obat penghilang rasa sakit menimbulkan efek mengantuk. Akan tetapi, setiap orang bisa saja mempunyai reaksi yang berbeda terhadap obat yang berbeda.”Reaksi saya terhadap pil ini mungkin berbeda dengan Anda,” tutur Binaso, seperti dikutip situs webmd. Jadi, ada baiknya mencoba dulu di rumah, dan lihat apa yang Anda rasakan. Pastikan Anda tidak mengonsumsi 2 pil sebelum pergi mengemudi.

6. Berbagi obat yang diresepkan

Banyak orang yang sering berbagai obat yang diresepkan dengan teman, saudara, atau teman kerjanya. Hal ini, menurut Binaso, bukanlah cara yang cerdas. Obat yang digunakan oleh orang lain, menurut dia, mungkin saja menimbulkan reaksi alergi pada Anda, atau mungkin saja obat tersebut berinteraksi dengan obat lain yang Anda gunakan.

Satu Tanggapan

  1. hai salam kenal artikelmu udah ada di

    http://obat2-an.infogue.com/_bahayanya_mengonsumsi_obat_penghilang_rasa_sakit_

    gabung yuk n promosikan artikelmu di infoGue.com. Salam ^_^

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: