Irene dan Susanto Gagal Raih Tiket ke Kejuaraan Dunia


Pecatur Indonesia, GMW Irene Kharisma, gagal melangkah ke kejuaraan dunia catur karena kalah di babak kedelapan kualifikasi Kejuaraan Dunia Catur Zona 3.3 Asia di Ho Chi Minh City, Vietnam.

JAKARTA, Dua pecatur andalan Indonesia, GMW Irene Kharisma Sukandar (rating 2311) dan GM Susanto Megaranto (2534), gagal meraih tiket ke kejuaraan dunia catur. Pasalnya, mereka kalah di babak kedelapan kualifikasi Kejuaraan Dunia Catur Zona 3.3 Asia di Ho Chi Minh City, Vietnam, Selasa (28/7)…..

Humas PB-Percasi Kristianus Liem mengatakan, Susanto hanya mampu bermain remis lawan MF Ton That Nhu Tunh (VIE 2227) pada langkah ke-34 Serangan Trompowsky. Susanto tidak dapat memaksakan kemenangan karena Ton yang puas remis sengaja menukar para perwira sebanyak-banyaknya.

“Dengan 5 angka Susanto berada di peringkat sembilan sementara pertandingan tinggal satu babak lagi,” ungkapnya dalam percakapan saluran internasional, Selasa (28/7).

Dikatakan, satu tiket di kelompok putra ini sudah pasti direbut pecatur Filipina GM Laylo Darwin (2494) yang telah mengemas 7 angka dan tidak mungkin dilampaui siapa pun meskipun kalah di babak terakhir. Unggulan pertama GM Wesley So (2645) juga dari Filipina berpeluang merebut tiket kedua karena berada di posisi kedua dengan 6 angka.

“Hasil lebih menyedihkan menimpa Irene yang harus menyerah dari pecatur tuan rumah GMW Le Thanh Tu (2310) pada langkah ke-29 pertahanan Semi Slavia. Tu menggunakan varian korban bidak g4 yang tidak dikuasai Irene,” jelasnya.

Menurutnya, pada langkah ke-9 Irene sudah melakukan kesalahan fatal yang memberi kesempatan lawan melancarkan korban Gajah di petak f7 dan membuat posisi sayap-raja hitam kacau berantakan. Setelah itu kekalahan seperti tinggal menunggu waktu saja.

“Hasil tersebut membuat Irene tetap dengan 5 angka dan sementara berada di peringkat delapan. Sementara unggulan pertama GMW Batkhuyag Monguntuul (2420) dari Mongolia kembali menang dan sudah membukukan 6,5 angka,” paparnya.

Meskipun demikian, posisi Batkhuyag diakuinya belum aman benar karena satu pecatur Vietnam MFW Nguyen Thi Mai Hung (VIE 2219) masih membuntuti dengan 6 angka.

Sementara babak terakhir, Rabu (29/7), Batkhuyag jumpa GMW Le Thanh Tu (2310) yang mengemas 5,5 angka, sedangkan Mai Hung jumpa pecatur yang baru mengemas 4,5 angka, yaitu MFW Sherily Cua (2174) dari Filipina. Ini bisa terjadi lantaran pairing dibuat secara manual sebab pada dua babak terakhir pemain satu negara yang poinnya di atas 50 persen tidak boleh saling bertemu. Itu sebabnya pula pada babak delapan pairing Irene vs Batkhuyag diubah.

Pairing ini dikeluhkan oleh ayah Batkhuyag yang merangkap menjadi manajer tim Mongolia. Memang catatan menunjukkan ada 19 pecatur Vietnam di kelompok putri ini. Sedangkan dari Indonesia dan Filipina ada empat orang. Lalu Mongolia tiga orang dan Singapura hanya satu orang.

Sementara itu, pecatur junior Indonesia berusia 12 tahun MFW Medina Warda Aulia yang kemarin kalah menyedihkan belum dapat pulih dan kalah lagi. Kali ini dia menyerah dari MFW Vo Thi Kim Phung (VIE 2073). “Hasil tersebut membuat Medina bertahan dengan 3 angka,” tutur Liem.

Hasil pecatur Indonesia lainnya, Dewi AA Citra, menambah setengah angka hasil remis dengan MFW Sherily Cua (PHI 2174). Citra kini sudah mengumpulkan 3,5 angka. Sementara Chelsie Monica kalah dari MFW Luong Nhat Linh (VIE 1952) sehingga tetap bertahan dengan 3,5.

Kejuaraan Dunia Catur Zona 3.3 Asia di Ho Chi Minh City yang menggunakan sistem Swiss sembilan babak ini diikuti 85 pecatur dari delapan negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Jepang, Mongolia, dan tuan rumah Vietnam.
manson silalahi
Sumber : Persda Network

%d blogger menyukai ini: