Deteksi Jantung dengan Setetes Darah


Orang yang hendak memeriksa penyakit jantung mungkin hanya terpaut setengah jengkal lagi dari sasaran mereka berkat peralatan baru seukuran kartu kredit yang diciptakan oleh satu tim peneliti dari Harvard University dan Norteastern University di Boston, Amerika Serikat.

Dalam laporan penelitian yang disiarkan melalui Internet, Senin, di dalam jurnal “Federation of American Societies for Experimental Biology” (FASEB), mereka menggambarkan bagaimana alat itu dapat mengukur dan mengumpulkan sejenis sel yang diperlukan guna membangun jaringan pembuluh darah, yang disebut “endothelial progenitor cells”, dengan hanya menggunakan 20 mikroliter darah.

Perkembangan tersebut juga penting karena hal itu memungkinkan ilmuwan mengumpulkan sel itu jauh lebih mudah dibandingkan dengan teknik saat ini, sehingga upaya menghasilkan jaringan yang diciptakan di laboratorium bagi operasi jantung by pass selangkah lebih dekat dengan kenyataan.

“Alat sederhana ini alat yang menjanjikan bagi dokter anak dan penduduk dewasa dalam mendeteksi, mendiagnosis, memantau dan menyediakan pilihan perawatan penyakit jantung dan pembuluh darah dengan memanfaatkan sedikit darah,” kata pemimpin penelitian tersebut Shashi K. Murthy dari Department of Chemical Engineering di Northeastern Univerisity, Boston.

Untuk mengumpulkan sel itu, alat tersebut beroperasi dengan cara yang sama dengan “velcro” atau magnet. Secara khusus, bagian dalamnya dilapisi dengan antibodi yang hanya terikat pada “endothelial progenitor cells”.

Darah mengalir melalui alat tersebut lewat bagian terbuka yang menyerupa corong (kecuali darah masuk melalui ujung sempit dan keluar melalui ujung yang lebar), melewati anti-bodi, dan “endothelial progenitor cells dikumpulkan” di dalam proses itu.

Selain memungkinkan peneliti mengumpulkan sel dari darah yang sangat sedikit, rancangan alat itu juga memberi para peneliti satu model baru guna mempelajari dampak dari aliran darah di dalam tubuh pada ikatan sel –seperti penggumpalan terbentuk di dalam pembuluh darah.

“Yang paling utama ialah ini dapat menjadi alat baru untuk menilai kesehatan jantung dan pembuluh darah yang memangkas jumlah darah yang perlu dikeluarkan melalui ujung jarum. Ukurannya yang padat membuatnya jadi alat yang luar biasa untuk digunakan di negara berkembang, tempat akses ke laboratorium medis tak ada,” kata Gerald Weissmann, Pemimpin Redaksi FASEB Journal, sebagaimana diberitakan kantor berita resmi China, Xinhua.

“Selain itu, tindakan ini jauh lebih dekat dengan masa depan, tempat pembuluh darah baru, urat darah halus dan pembuluh nadi bagi pencangkokan tak lagi perlu dicangkok dari tubuh pasien. Jumlah rasa sakit dan masa pemulihan bagi operasi ’bypass’ akan berkurang secara mencolok,” katanya.

Sumber : Antara

%d blogger menyukai ini: