Membantu Mengatasi Kesalahan Anak


Membantu Mengatasi Kesalahan Anak

.article_label_col { width: 11em; } .article_content_col { width: 23em; }

Bagaimana, sih, cara para ayah menghadapi kesalahan yang dilakukan anak?

Salah satu bagian tersulit menjadi ayah adalah belajar menerima kesalahan anak. Sudah pasti, sangat mudah untuk mencintai, memberi dukungan, dan membantu anak-anak pada saat mereka tak melakukan kesalahan. Tetapi kenyataan yang dihadapi oleh sebagian besar para ayah adalah sangat sedikit anak-anak yang tak melakukan kesalahan.

Mari perjelas apa saja persoalan anak-anak dan kesalahan-kesalahannya. Tak terlalu banyak anak-anak yang pada saat bangun tidur, menggosok-gosokkan tangannya dan berkata. “Apa, ya, yang bisa aku perbuat hari ini agar Ayah benar-benar pusing?”

Ya, memang ada anak-anak yang sengaja dan ingin membuat kesalahan-kesalahan di hadapan orangtuanya. Ini hanyalah cara-cara yang Si Kecil pelajari mengenai “dunia” yang kompleks ini.

Pada umumnya, anak-anak berusaha melakukan yang terbaik, tetapi tentu ada saat-saat di mana mereka merasa lelah, mudah terganggu, dan marah. Sangat mudah bagi Anda untuk memberikan penilaian yang tak adil berdasarkan kelakuan Si Kecil di masa lalu, bukan?

Pada saat anak-anak melakukan kesalahan, Anda punya banyak pilihan. Ayah dapat memilih antara membantu menciptakan anak-anak untuk selalu membela diri dan berbohong, atau membantu menciptakan anak-anak agar mau belajar dari kesalahan dan memperbaikinya.

Anak-anak yang takut akan hukuman atau takut kehilangan cinta atas respons terhadap kesalahannya, belajar menyembunyikan kesalahannya. Anak-anak ini hidup di dua tempat yang berbeda – satu tempat di mana mereka memiliki cinta dan dukungan dari ayah (orangtua), dan satu lagi di mana mereka merasa jika kesalahannya diketahui, mereka tak akan mendapatkan cinta.

Sulit bagi anak-anak ini untuk sungguh-sungguh menerima cinta dan dukungan orangtua, bahkan walaupun kata cinta selalu Anda ungkapkan. Juga sulit bagi anak-anak ini untuk mengatur standar tingginya, karena cenderung selalu takut gagal.

Nah, berikut ini beberapa ide bagi para ayah yang berniat membantu menciptakan anak-anak agar dapat belajar dari kesalahan mereka dan tidak takut melakukan kesalahan:

✿ Percayalah, anak-anak berusaha melakukan yang terbaik dan mereka akan belajar lebih cepat dari kesalahan jika mereka berada di dalam lingkungan yang dapat menerima kesalahan-kesalahan.

✿ Mengertilah, kesulitan Anda dalam menghadapi kesalahan anak merupakan faktor refleksi dari kesulitan dalam mengatasi kesalahan Anda sendiri. Jadi, sadari dan atasi terlebih dahulu masalah-masalah pribadi yang tengah Anda hadapi.

✿ Mengenal pesan-pesan yang dapat menimbulkan perasaan malu pada anak-anak akan dapat merusak dan membantu mereka jadi merasa tak berharga, di antaranya:
* “Mengapa kamu melakukannya?”
* “Kamu tidak mendengar apa yang Papa bilang!”
* “Seharusnya kamu bisa melakukannya dengan lebih baik!”
* “Ada apa, sih, dengan kamu?”

✿ Selalu mengajarkan anak-anak untuk belajar dari pengalaman, dan di saat yang sama menciptakan lingkungan agar mereka tak membuat terlalu banyak kesalahan. Misalnya, jika Anda masih meletakkan pajangan dari bahan pecah belah yang harganya mahal di dalam rumah, di mana anak-anak dapat dengan mudah memecahkannya, bukan merupakan kesalahan mereka, lho!

✿ Berikan contoh yang baik kepada anak-anak melalui cara Anda bereaksi terhadap kesalahan yang Anda lakukan: apakah Anda bersikap membela diri atau Anda mau belajar dari kesalahan yang telah dilakukan? Ciptakan budaya yang didasarkan kepada ‘belajar dari kesalahan’.

✿ Anda hanya punya satu kali kesempatan untuk memperlihatkan kepada anak-anak soal kesabaran dan kedisiplinan yang diperlukan, agar mereka belajar dari kesalahan yang Anda lakukan. Kesempatan Anda memperbaikinya dapat dimulai dari sekarang. Jadi, berikan anak-anak ruang yang mereka perlukan dan yang layak mereka dapatkan.

silalahi===

%d blogger menyukai ini: